Kamis, 13 Agustus 2020

Dampak Demo Buruh

Sumber : https://bit.ly/3fXN34N


BBM naik. Wajar saja jika para buruhpun ingin gaji mereka naik, terlebih lagi dengan rencana kenaikkan UMP sebesar 30% pada tahun 2015. Jika gaji Buruh dinaikkan, lalu apa dampaknya? Maka para tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, dan pekerjaan dibidang lain pun akan melakukan hal yang tidak jauh berbeda. Jadi kapan demonya akan berakhir?

Tentu saja tidak. BBM naik lagi, buruh demo lagi. Begitu seterusnya. Melakukan aksi demonstrasi dalam suatu pemerintahan yang demokratis tentu saja sangat diperbolehkan. Tapi, masalahnya disini adalah demonstrasi yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang telah disepakati, sehingga menimbulkan banyak dampak negatif. 

Saat aksi demonstrasi hal yang biasa terjadi adalah, aksi anarkisme.  Walaupun tujuan awal demo adalah menyampaikan aspirasi hanya melalui orasi, tapi faktanya adalah perseteruan dengan aparat keamanan. Kerusakan terjadi dimana-mana. Kemacetan yang ada semakin parah.  Membuat masyarakat sekitar resah. Perusahaan yang tidak bisa berjalan dengan kondusif sebagaimana mestinya. Dan demo buruh kali ini juga ikut andil dalam penundaan vonis dari kasus Samuel, terdakwa kasus penganiayaan dan pelecehan anak dibawah umur. Selain itu ada pula pemborosan BBM. 

Padahal alasan utama para buruh melakukan demo adalah karena kenaikkan BBM. Tapi, kenyataan yang ada justru mereka memboroskan BBM. Jika merasa kenaikkan BBM itu sangat berat, kenapa tidak berusaha menghemat penggunaan BBM itu sendiri, bukannya melakukan demo dengan konvoi kendaraan yang jelas-jelas adalah tindakan pemborosan. 

Dengan seabrek hal-hal merugikan diatas, bagaimana masyarakat mau peduli? Yang ada masyarakat semakin apatis dan tidak bersimpati, atau parahnya justru semakin antipati. 



EmoticonEmoticon